Oleh: tosinpranusi | Desember 2, 2009

Standardisasi Kompetensi Guru

MetaLoginValid XHTMLWordPress
Standardisasi Kompetensi Guru
Dec 14th, 2007 by admin
Pengertian

Standardisasi Kompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan bagi seorang guru dalam menguasai seperangkat kemampuan agar berkelayakan menduduki salah satu jabatan fungsional Guru, sesuai bidang tugas dan jenjang pendidikannya. Persyaratan dimaksud adalah penguasaan proses belajar mengajar dan penguasaan pengetahuan. jabatan Fungsional Guru adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak seseorang guru yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

Tujuan

Standardisasi Kompetensi Guru bertujuan untuk :

Memformulasikan peta kemampuan guru secara Nasional yang diperuntukkan bagi perumusan kebijakan program pengembangan dan peningkatan tenaga kependidikan khususnya guru.

Memformulasikan peta kebutuhan pembinaan dan peningkatan mutu guru sebagai dasar bagi pelaksanaan peningkatan kompetensi, peningkatan kualifikasi, dan Diklat-Diklat tenaga kependidikan yang sesuai dengan kebutuhan.

Menumbuhkan kreatifitas guru yang bermutu, inovatif, terampil, mandiri, dan Menggungjawab, yang dijadikan dasar bagi peningkatan dan pengembangan karir tenaga kependidikan yang profesional.

Manfaat

Dapat memberikan informasi tentang peta kemampuan;uru yang berkelayakan dan tidak berkelayakan baik ecara individual, kelompok, Kecamatan, Kabupaten, ‘ropinsi, Regional maupun Nasional yang diperuntukkan bagi:

Bahan perumusan kebijakan program pembinaan.

Peningkatan kompetensi, peningkatan kualifikasi,dan Diklat- Diklat sesuai dengan hasil uji kompetensi (skill audit).

Peningkatan dan pengembangan karir dan profesi guru.

Struktur Standardisasi

Struktur Standardisasi memiliki dua unsur penting yang hams dimiliki guru. Kedua unsur tersebut adalah unsur prasyarat atau potensi kepribadian dan unsur penguasaan seperangkat kompetensi yang meliputi kompetensi keterampilan proses dan penguasaan pengetahuan (akademik). Kedua unsur tersebut, likolaborasikan dalam entuk satu kesatuan yang ituh, dan membentuk struktur kemampuan yang hams limiliki.

Potensi Kepribadian (Prasyarat)
Potensi kepribadian merupakan prasyarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan profesinya. Potensi tersebut adalah; potensi kepribadian interpersonal dan intrapersonal.

Kompetensi
Kompetensi merupakan seperangkat kemampuan yang harus dimiliki guru searah dengan kebutuhan pendidikan di sekolah (kurikulum), tuntutan masyarakat, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetensi dimaksud meliputi kompetensi Keterampilan proses dan penguasaan pengetahuan.

Kompetensi Proses Belajar Mengajar
Kompetensi proses belajar mengajar adalah penguasaan terhadap kemampuan yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Kompetensi dimaksud meliputi kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, kemampuan dalam menganalisis, menyusun program perbaikan dan pengayaan, serta menyusun program bimbingan dan konseling (khusus guru kelas SD).
Kompetensi Penguasaan Pengetahuan
Kompetensi Penguasaan Pengetahuan adalah penguasaan terhadap kemampuan yang berkaitan dengan keluasan dan kedalaman pengetahuan. Kompetensi dimaksud meliputi pemahaman terhadap wawasan pendidikan, pengembangan diri dan profesi, pengembangan potensi peserta didik, dan penguasaan akademik.
Unsur prasyarat dan unsur kompetensi yang harus dimiliki guru tersebut, secara terstruktur adalah sebagai berikut.

I. Kepribadian

1. Intrapersonal
2. Inter

II. Keterampilan Proses

1. Perencanaan
2. Pelaksanaan
3. Evaluasi
4. Analisis
5. Perbaikan dan pengayaan
6. Bimbingan dan Konseling *

III. Penguasaan Pengetahuan

1. Pemahaman Wawasan Pendidikan.
2. Pengembangan Diri dan Profesi
3. Pengembangan Potensi Peserta Didik
4. Penguasaan Akademik **

Keterangan :

* = Khusus Guru Kelas
** = Sesuai Bidang Studi

Sistem Penyelenggaraan Standardisasi Kompetensi Guru

Pelaksaanaan Standardisasi Kompetensi Guru akan diatur dalam suatu sistem penyelenggaraan Standardisasi kompetensi guru yang dilakukan secara terstruktur dalam suatu kerangka kerja yang sistemik. Komponen sistem penyelenggaraan dimaksud meliputi (1) organisasi penyelenggara Standardisasi kompetensi guru, (2) mekanisme penyelenggara, (3) koordinasi dan bimbingan teknik, (4) pengawasan dan pelaporan. Pelaksanaan sistem ini akan diatur dalam suatu pedoman sistem penyelenggaraan berdasarkan Surat Keputusan Mendiknas.

Komponen Penyelenggaraan Standardisasi Kompetensi Guru

Komponen penyelengaraan Standardisasi kompetensi guru terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut dan evaluasi sistem secara keseluruhan. Sistem yang dikembangkan berorientasi kepada perolehan hasil yang optimal terhadap diketahuinya berbagai informasi tentang kemampuan guru yang nantinya akan dijadikan dasar bagi perumusan kebijakan program pembinaan dan peningkatan mutu guru secara berkesinambungan.

1. Perencanaan

Sub sistem perencanaan merupakan suatu tahapan kegiatan yang dimulai dari penyiapan instrumen, realokasi dan registrasi, penetapan jadwal uji kompetensi, kepanitian dan tata tertib pelaksanaan uji kompetensi.

2. Pelaksanaan

Sub sistem pelaksanaan merupakan suatu tahapan kegiatan yang berkaitan dengan proses pelaksanaan. Standardisasi guru mulai dari pelaksanaan uji kompetensi itu sendiri, pengolahan dan analisis hasil uji kompetensi, teknik penskoran, sertifikasi dan rekomendasi.

3. Tindak Lanjut

Sub sistem tindak lanjut merupakan suatu tahapan kegiatan yang berkaitan dengan program pembinaan atau dan peningkatan kompetensi guru berdasarkan hasil uji kompetensi, mulai dari prosedur pelaksanaan sampai kepada pelaksana program tindak lanjut itu sendiri.

4. Evaluasi

Sub sistem evaluasi merupakan suatu tahapan kegiatan yang berkaitan dengan evaluasi sistem secara keseluruhan meliputi lingkup evaluasi, pelaksana evaluasi, periode evaluasi dan perbaikan dan penyempumaan standar kompetensi guru beserta sistem penyelenggaraannya.

Rencana dan Strategi Penerapan Standardisasi Tenaga Kependidikan

Pengembangan Standardisasi Kompetensi Guru akan diikuti oleh pengembangan Standardisasi Tenaga Kependidikan lainnya yang akan dikembangkan secara bertahap mulai dari penyusunan dan pengembangan, ujicoba, penyempumaan, sosialisasi, dan penerapan. Standar Kompetensi Guru akan disusun dan dikembangkan dalam 4 (empat) bentuk tingkatan pada setiapjenjang pendidikan. Keempat tingkatan dimaksud adalah Standar Kompetensi Minimal (Micro Competences), Standar Kompetensi Menengah (Mezo Competences), Standar Kompetensi Lanjutan (Macro Competences), dan Standar Kompetensi Tinggi (Hight Competences). Pada tahap awal penerapan Standardisasi kompetensi guru akan diarahkan untuk menyusun peta kemampuan guru secara keseluruhan, dalam rangka penyusunan program pembinaan tindak lanjut. Pada tahapan ini, hasil pemetaan kemampuan guru juga akan digunakan sebagai bahan untuk penyusun program pelatihan peningkatan kemampuan guru yang didasarkan pada kebutuhan(TNA).

Tahapan selanjutnya akan diarahkan untuk penentuan guru berkelayakan dan tidak berkelayakan dan penentuan peningkatan karir dalam jabatan fungsional guru yang berorientasi kepada profesionalisme.
http://mti.ugm.ac.id/~trisaptad


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: